
Kemarin ini Potenzio dapet kesempatan untuk tampil di De Hooi dalam acara The Beatles Night. begitu mendadaknya karena kami dipastikan akan main hanya dua hari sebelum hari H. Kami begitu bersemangat untuk tampil di acara ini karena memang The Beatles adalah idola kami berenam.
Kami dijadwalkan tampil jam 21.00, tapi jam 20.00 kami sudah sampai di De Hooi bersama dengan kemacetan yang disebabkan oleh The Jak yg ingin datang ke stadion lebak bulus. terletak dibelakang Pizza Hut Podok Indah, De Hooi memang dekat dengan stadion lebak bulus. Begitu kagetnya kami ketika sampai di De Hooi karena space panggung yg begitu kecil dan hanya ada dua mic diatas standnya dan satu buah mixer 8 channel, tanpa ada drum, ampli dan lain lain.
Jam 20.30 Galih dari Stoned College datang dengan ojek dan menghampiri kami sambil bilang sorry for waiting, ternyata dia baru saja pulang dari perkawinan duo maut Endah N Rhesa. Kami menuggu sambil menikmati minuman di pojokan cafe yg dipenuhi anak muda dengan beer ditangan mereka.
Tidak lama kemudian datanglah KWK merah menyala membawa alat band dan sound system, singkat kata, sound system dan alat siap pada pukul 22.00, Rizky, Dika , dan Resya melakukan sound check singkat yang disambut dengan celetukan khas anak muda dan tepuk tangan setelahnya.
Kami tampil tanpa Eda malam itu, yang harus mengikuti sebuah festival akbar big band yg diadakan di ITB. Jelas sebuah pengalaman baru tampil tidak berenam. Dan cukup menimbulkan nervous yg lumayan.
Tiba saatnya gua, Dika, Rizky, Resya dan Ryan mengisi panggung yang imut itu, disambut dengan tepuk tangan yg banyak sekali dari pemuda pemudi berbeer. Lagu pertama pada malam itu dari album Free As A Bird, yg berjudul This Boy digeber dengan instrumen apa adanya, sebuah snare drum 13″ ditemani crash 15″, bass guitar yg dicolok langsung tanpa DI box, satu guitar electric, John Lennon acoustic guitar dan 3 buah mic wired.
Sedikit yg bernyanyi pada lagu pertama memicu Rizky untuk mengatakan “mana nih, gak ada yang nyanyi!”, dan lagu kedua Across The Universe sukses membuat saya merinding dari awal sampai akhir, karena satu cafe De Hooi bernyanyi dan berteriak bersama kami. Dan Ryan ditemani oleh Arja, vocalist rock n roll yg mirip sekali dengan John Lennon. Awalnya kami berencana membawakan 2 lagu sendiri Setengah Hati & Mau Dengan Yang Dulu (liat photo 1), tetapi crowd De Hooi menolaknya dengan alasan “ayo dong Beatles aja ini kan Beatles Night”. Dan Rizky Pamungkas langsung menjawabnya dengan Blackbird, lagi lagi satu De Hooi bernyanyi bersama kami.
Di lagu keempat Ryan bernyanyi Yesterday dengan suara khasnya, membuat saya teringat Eda yang biasanya setia menemani Ryan. Di lagu ini para pemudi ikut bernyanyi sambil memeluk pacarnya, sungguh suasana yang indah, penuh cinta sekali malam itu.
Suasana yang santai berubah 180° ketika Potenzio membawakan Hard Days Night, karena kita sukses membuat De Hooi bergetar dengan teriakan dan loncatan ‘It’s been a hard day’s night, and I’ve been working like a dog’
Berturut turut Imagine, Julia, Strawberry Fields dan Hey Jude dinyanyikan oleh Ryan dan Rizky Pamungkas yg menggantikan Eda. Diiringi koor dari penonton yg datang malam itu. Kemudian pada All You Need Is Love, Rizky mengajak pemuda untuk menyanyikan ‘all you need is love!’, dan pemudi bernyanyi mengikuti suara terompet ‘tatarara’, dan dia merekamnya sambil berkata ‘ini buat temen gw yg lagi di bandung nih (Eda)’.
Semakin malam semakin ramai yang datang ke acara The Beatles Night, dan dari 6 lagu yg direncanakan malah jadi Potenzio feat. De Hooi Crowd membawakan 15 lagu, Free As A Bird (yang dinyanyikan oleh Ryan dan seorang photographer), Something, With A Little Help From My Friends, Lucy In The Sky With Diamonds, dan terakhir ditutup dengan Hello Goodbye. Dan 15 lagu tersebut menjadi kenangan yg gak bakalan dilupain.
Setelah penampilan Potenzio, The Howl dan DonDon Harrison tampil, sayang kami tidak bisa lihat sampai acara selesai, kami harus pulang awal karena besok paginya harus latihan untuk panggung tahun baru di La Piazza.
Singkat cerita, malam itu merupakan malam yang sangat bersejarah utk Potenzio, malam yang tidak akan pernah terlupakan, terima kasih untuk Stoned College, De Hooi, dan pastinya The Best Crowd Ever, thanks for all the people who coming and singing with us, you all rocks!! (rr)
Category: News | Ditulis oleh Stoners JukeBox





Judotens Budiarto 274 days ago
keren gan
sayang gw blm pernah dtg acaranya stoned =(